Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2016

Overland Ende sampai Labuan Bajo


Trip kali ini long weekendan. Ada tanggal merah banyak diawal bulan mei itu, buat gw yang pengangguran sih kapan aja bisa, tapi kan ini barengan ama temen temen lain yang kerja, jadi long weekendan ini pas banget. Konsekuensi long weekend ini ya rame, jadi dulu duluan booking. Karena perginya juga dadakan jadi harga juga udah naik dikit, tapi kapan lagi kalo ga dinekatin ga bisa berangkat, cuma ini yang cutinya sedikit(suami). Demi mensiasati tiket murah, gw terbang dr Bali-Ende naik kalstar 600 ribuan. JKT-Balinya 400 ribuan. Kalau beli dari JKT-Ende saat itu 1,7 jtan, lumayan kan selisihnya mendingan buat jajan di Bali. Gw sampe Ende tgl 29 April, ketemu sama temen2 tanggal 30 April, jd gw nginep sehari di Ende karena penerbangan Kalstar terbatas.

Sampe Ende itu sekitar jam 3 sorean, gw dijemput tukang ojek langganan dokter2 koas disana, dikasih kontaknya ama Kak Rei, namanya pak Lukman. Baik bgt doi. Sampe bandara langsung dianter ke Hotel Ikhlas (review hotel ikhlas sendiri), Deket bingit sekepretan kolor, tapi kalo jalan kaki males juga, naek ojek juga murah aja sebenernya. Setelah nyampe gw minta pak lukman jemput gw agak sorean lagi buat liat sunset ke Pantai Ria ama cari makanan. Bayarnya berapa ini? Pak lukman ga nentuin tarif, jadi kasih seikhlasnya tapi yang wajar, jgn pelit soalnya dia baik nganterin sampe nungguin. Malemnya ketemuan ama Om Raka dan Papy Julio. Papy Julio ini penggantinya om Raka soalnya om Raka ga bisa anter kita karena ada tamu laen dan dia ngenalin si Papy Julio. Sempet khawatir takut papy Julio ini orangnya ga asik, ternyata dugaan gw SALAH BESAR. Muke galak hati dangdut abiiis, Muka rambo hati hello kitty (pas banget di mobilnya ada pajangan hello kitty). Nanti kisahnya gw ceritain deh. Sambil ngobrol-ngobrol bahas tentang itinerary, besoknya mereka jemput lagi buat ajak jalan2 sekitaran Ende sambil nunggu kedatangan teman teman yang lain.



Tanggal 30 April 2016

Bangun pagi jam 9an tapi males, papy Julio katanya sih mau jemput jam 10an, tapi kok berat ya mata, minta undur jam 11an aja, lagian nunggu kampret dan Eja (adek ipar) juga masih jam 14 datengnya. Akhirnya jam 11 Papy Julio datang, eh ternyata ama om Raka juga, gw kira sendokiran haha. Kita maen ke rumah Pengasingan Bung Karno. Di Kota ende inilah Beliau pernah diasingkan oleh pemerintah Hindia Belanda sebelum Indonesia Merdeka.





Setelah itu kami ke Taman Renungan disini adalah tempat Bapak President pertama kita merangkumkan nilai nilai pancasila. Beliau melihat 5 cabang pohon suku dan itu dijadikan butir butir pancasila.

. “Di kota ini kutemukan lima butir mutiara, di bawah pohon sukun ini pula kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila.” menjadi pengukuhan mengenai peran penting Ende dalam terciptanya dasar negara Republik Indonesia, Pancasila. Ende seringkali disebut sebagai Rahim Pancasila.

Tidak berlama lama disini karena cuaca sangat panas, gw segera berlari kedalam mobil dan menyalakan ac mobil. Karena sudah jam makan siang juga dan kami lapar, Om Raka membawa kami ke restoran depan pantai ria. Harga ga terlalu mahal dan free wifi *tapi jaringannya ga bisa ðŸ˜¦ . Setelah selesai makan tiba-tiba Prita sms sudah sampe bandara katanya. Gw , Om raka dan Papy Julio segera menuju bandara Ende menjemput princess Kampret dan Eja Yayang (eja panggilan orang ende buat adek ipar)

Sambil nunggu rombongan berikutnya yaitu Papap, Mba Asti dan Bu Ida yang katanya akan landing jam 15:00an kita jalan2 lagi deh, kepasar kali ini buat nyirih (minang) :P. Bermula cerita kak Rei tentang pengalamannya nyirih, kita diwajibkan nyoba, katanya enaaaak bgt bikin nagih. Penasaran dong gw ama kampret (prita), kita diajak Om Raka ke pasar deh. Mamah mamah dipasar nyuruh kita nyoba, pertama suruh kunyah-kunyah pinangnya. Huuueeek pahit! Katanya kunyah terus nanti enak rasanya dan sedikit dicocol kapur pake buah sirih, katanya nanti manis rasanya dan jadi merah cantik warnanya. Huuueek berkali kali kami pengen muntah, tapi kami kunyah terus dan terus sambil ngeludah buang airnya, lama lama warnanya merah kaya lipen gw! Lama lama biasa sih, enak juga kalo udah jadi mah, klo pertama eneq bgt. Katanya bisa mabuk juga kalo ga bener ngunyahnya kaya kak Rei yang punya pengalaman mabuk pinang, mendadak jadi ga jelas tingkah lakunya katanya hahaa. Punya prita lebih bagus warnanya dibanding gw, tapi udah lumayan lah, udah berhasil nyoba juga gw.



Moni-Kelimutu-Ruteng

Setelah rombongan kedua sampai, kami meneruskan perjalanan kami ke Desa Moni, Kami menginap disana. Selama perjalanan kalian akan disuguhkan pemandangan yang indah. Kece deh kalo buat poto.



Pukul 04:00 AM kami harus siap siap berangkat mengejar sunrise di kalimutu. Tanpa Mandi kami langsung berangkat, toh pulangnya kembali ke hotel lagi untuk sarapan dan mandi. Pemanasan hari pertama trekking ke Kalimutu, Jalurnya sudah rapih dengan anak tangga, lumayan buat orang yang jarang olahraga seperti gw. Matahari sudah hampir muncul, sambil setting kamera dan posisi duduk agar tidak mengganggu dan menghalangi orang lain yang akan ambil photo sunrise juga.



Pukul 8:00 Kami turun dan kembali kepenginapan untuk sarapan pagi dan bersih-bersih. Sekitar pukul 10:00 kami melanjutkan perjalanan ke Ruteng. Persinggahan sebelum sampai desa Waerebo. Kami membeli makan diperjalanan & makan siang di depan pantai blue stone, sambil menikmati pantai dengan batuan koral berwarna biru.

blue stone 

Perjalanan itu sangatlah jauh, tapi Papy Julio selalu membuat kami tertawa dengan banyolan dan suara ombeng khasnya, apalagi kalau sudah bernyanyi beeeh bikin kita semangat juga. lagu kesukaannya “I LOVE YOU DADDY” itu berhasil bikin kami terkontaminasi. Sepanjang perjalanan lagu itu diputar berulang ulang. Ketika sailing pun kami jadi nyanyi lagu itu terus2an dan jadi kangen papyyyy :(. Tengah malam kami sampai di Ruteng, setelah itu langsung mencari tempat makan karena banyak yang tutup dan kami kelaperan banget. Ada tempat makan kaya fried chiken gitu, harganya kaya di restoran tapi rasa sumpah biasa aja haha yaudahlah namanya juga kepepet ya kita makan deh. Kita menginap di Rima Hotel.

Ruteng-Waerebo-Labuan Bajo

Pagi setelah sarapan kita langsung jalan ke waerebo tapi mampir dulu ke desa Cancar untuk melihat Spiderrice dari atas, kami bermain bersama anak anak disana, perorang dikenakan biaya 10.000 untuk melihat sawah dari atas.


Bersama travel blogger mas Adi yang ramah dan tidak sombong


Buatan manusia bukan buatan spiderman :p

Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Desa Waerebo. Kami sampai sekitar pukul 1.00 siang. Makan siang disana perorang 35.000, dan diharuskan memakai porter/guide 200.000 pp. pukul 2:00 kami trekking keatas dengan membawa baju ganti saja, dan air minum sebotol. Trekking sekitar 4 kilo dengan waktu normal 2-3 jam. Buat kami yang abnormal bisa sampai 5 jam haha. Pelan tapi pasti. Sebelum masuk desa, Om Agus guide kami harus membunyikan bambu untuk menandakan akan datangnya tamu, jadi warga desa bisa bersiap untuk menyambut kami (misal masak makan malam). Setelah itu kami dilarang foto-foto sampai upacara selesai. Kami masuk ke rumah gendang, lepas sepatu dan duduk ditempat yang disediakan. Tetua adat kemudian menyambut kami dan membacakan semacam doa/mantra dan setelah itu kami bebas bertanya dan boleh foto-foto. Kemudian kami diantar kerumah lima, diantar “kae” (kakak) dan nanti kami tidur bersama sama dengan rombongan lainnya ditempat yang telah disediakan. Di rumah Lima inilah kami mendapatkan teman baru, kami boleh masuk ke semua rumah disana, karena setelah mengikuti upacara kami dianggap sebagai warga waerebo. Sorehari duduk diluar menikmati pemandangan dan udara segar, nikmat sekali. Sesekali bermain dengan anak-anak disana. Malam hari melihat jutaan bintang bertaburan. Sumpah, ini pertama kali melihat bintang sebanyak ini. Seperti planetarium. Enaknya disana tidak ada sinyal jadi ga ada orang yang asik sendiri, semua ngumpul dan ngobrol ngobrol.

DSC09781
Desa Waerebo

Pagi hari kami bercengkrama dengan warga desa. Om agus memakaikan gw sarung, biar kaya wanita di waerebo katanya haha. Kae’ Isno selalu menemani kami, membantu kami kalau sedang bingung, baiiiik baiiik semuaaa orang orang disana. Ini paling berkesan bangeeet. Pengen kesini lagi! Walaupun perjalanannya juga ga mudah buat orang yang ga biasa naek gunung kaya gw. Tapi insya Allah kesini lagi, bawa buku bacaan. Karena mereka punya cita cita membangun sekolah. Setelah sarapan pagi kami turun gunung. Kembali ke base camp pak Blasius. Ada kejadian yang menegangkan di camp pak blasius, Jadi ada Bule songong banget dari awal. Dia ga mau pake guide, trus pas dirumah adat dia masuk pakai alas kaki, dan mereka ga mau berbaur dengan yang lainnya, dan sampai camp mereka minta surat resmi dari pemerintah bahwa mereka suruh bayar. Bermula dari situ lama lama nyerempet mereka komplen sama supir mereka yang ga mau antar sampai pos 1. Mereka cape dan panas jadinya. Pak Blasius maraah sekali, karena tidak ada hubungannya dengan supir. Menurut beliau, harga sudah di info pertama, kalau setuju silahkan datang kalau tidak setuju jangan datang. Karena ini desanya, dia ingin membangun desanya, mendirikan sekolah dll. Setelah itu pak Blasius meminta maaf kepada kami semua karena kejadian yang tidak mengenakan itu sehingga dia marah. Dia tidak marah kepada kita yang ada disitu, tapi beliau marah kepada warga asing yang tidak mau mengikuti aturan adatnya. Ini adalah kejadian yang pertama kali dialami, semua orang orang disitu tidak nyaman dengan bule itu karena sifatnya yang arogan. Setelah selesai Pak Blasius menghmpiri kami dan kami ngobrol ngobrol.

DSC09737

DSC00011
Ini bapak Blasius yang baik dan ramah

Ketika mau pulang semua Guide keluar dan mereka dadah dadah mengantarkan kami pulang, aaah terharu, merekaaa baik bangeeet. Sampai labuan Bajo hari sudah malam, kami menginap di Komodo boutiqe hotel, dan paginya bersiap Sailiiiing dianterin papy Juio ke Dermaga.

DSC09624
Diperjalanan singah buat foto
my kampret
papy Julio IGnya : julioedo.ende

Sailing Komodo



Berikut link cerita sailing saya kemarin.

Cerita Sailing Komodo

Kamis, 01 Mei 2014

Backpacker to Vietnam (trip Indochina 30 Maret -13 April 2014)

Phnom Penh ke Saigon (Ho chi minh city)
kita naik bus Rith Moni dari Phnom Penh jam 15.00 seharga $13, bis kali ini menurut gw agak ga bagus, kaya patas dalemnya bedanya korsinya bisa di stel kebelakang aja. Dari semua bus antar negara bis ini yg gw nilai kurang. Sebelum naik bus gede kita di jemput mini van dulu *gw kira gw bakal naik mini van , trus jemput orang lain juga dan tuh orang keilangan temennya karena lagi jalan jalan dan kita jadinya nungguin mereka *sebel karena lama bgt. Di bus ini juga bagasi ga terlalu ketat, biasanya dapet kaya taq gitu ditas sesuai nomer duduk dan di cek klo mau ngambil, jadi gw saranin perhatikan bawaan lw. sebelum berangkat Passport semua penumpang di kumpulin (rada ngeri ilang gw sebenernya) buat proses imigrasi nanti. Sekitar perjalanan biasa aja ga ada pemandangan yg indah sampe akhirnya tiba tiba bis berenti lama dan semua penumpang turun belanja buah buahan, jajan, beli minuman banyak bgt dan kita cuma celingak celinguk bingung karena ga tau sebenernya ini tempat istirahat apa gmana. Trus semua yg diluar tiba2 masuk, di depan gw liat rada rusuh kaya ada preman preman gitu dan kenek bus mintain duit per orang lagi (gw ga tau buat apa), sampe pas tiba di kolekin temen gw nanya “what for?!” , si kenek rada ga bisa bahasa inggris akhirnya ngelewatin kita jadi kita ga ditagih. Serius dah rada deg2an gw mana di bus orang lokal semua ga ada yg bisa bahasa inggris, cuma ada satu bule dan itu pun duduknya dibelakang jauuuuh bgt ama kite. Disini bus berenti lama bgt dan akhirnya baru gw ketahui ini kita ngantri nyebrang sungai gitu. Nyebrang sebentaran doang sekitar 20 menit, ngantrinya yg lama. Sekitar jam 8an bis kita menuju border Kamboja-Vietnam, nih kantor imigrasi bapuk bgt ga keliatan kaya kantor imigrasi, kita semua di suruh turun bawa barang barang kita masing masing trus pas masuk banyak yg duduk duduk kaya lagi piknik dan pada ga ada yg ngantri juga. Ternyata pass kita dah di stempelin ama bus, jadi lagi pada nunggu namanya di panggil aje. Untung passport gw ada sampul kuningnya jadi gw engeh itu pass gw, mereka manggil nama kita ga jelas kaya orang di pencet idungnya “ika~> ia(ngomongnya sambil mencet idung lo dah) abis itu tas lo dimasukin ke xtrai yg gw rasa cuma spik doang(xtrai teraneh masa sweter gw ga bisa keluar jadi ilang T_T) . Udah gitu doang sumpah, gw pikirnya kita mesti ke border vietnamnya ternyata enggak, itu border dah barengan kamboja-vietnam. Setelah itu kita naik bus yang sama dan ada petugas imigrasi lagi ngecek lagi, kita cuma disuruh nunjukin stempel imigrasi tadi. Jam 9 malem bus berenti istirahat makan, aduh ga tau kenapa makanannya ga ada yg napsuin, mungkin karena suruh bayar kali yak :p, tapi serius gw ga napsu seandainya gratis juga. Dari sini kata Spancer (bule germany) yg akhirnya kita ngobrol tinggal sekitar 45 menit lagi dari sini (doi dah sering). Sampe saigon ternyata kita ga diturunin di Ben Tham, ga tau dimana dan gw nanya ama kenek “is this Ben Tham?” si kenek dia cuma bilang “mini van”. Kita ga ngerti bayar lagi ga kalo naik mini van soalnya tukang mini vannya kaya calo calo gitu, kita bingung liat peta kita ada dimana trus si tukang mini van nyuruh2 kita naik terus, pada akhirnya nanya “is this free to Ben Tham?” si sopir mini van “company company”, langsung kita naek dah tapi dia ngasih tau pake bahasa tubuhnya ga sampe Ben Tham tapi deket katanya. Kita jalan kaki lumayan lah ke Ben Tham, karena patokan hostel harus liat bentham dulu yang ternyata sebenernya hostel kita tinggal nyebrang dari tempat tadi diturunin mini van *dziiiing . Ga papa ga nyasar ga asik boy hahaha *ngeles

Bus Rith Mony Phnom Penh – Hochiminh City
DSCN0148
Penyebrangan ke Hochiminh City
Di Hotel
Nyari jalan dari Ben Tham akhirnya ketemu hostel gw budget hostel 2 yang bawahnya coffee shop lantai 2 nya resepsionisnya dan sampai lantai ke 5 hostelnya. Setelah check in kita ketemu Wendra (laki gw) yang dah dateng duluan sebelum kita. Hostelnya menurut gw kurang ok (dari semua hostel mix dorm yg pernah gw tempatin)
kekurangannya :
1. Toileeeet cuma 1 tiap lantai dari 18 mix dorm per lantai. kebayang ga lo kalo pagi pagi nungguin/ditungguin apalagi kalo lagi ee…kan ga enak bgt ditungguin segambreng orang!!!!! *biarpun kita boleh make toilet lantai bawah atau atas KALO KOSONG…KALOO yaa….toilet ini paling penting bgt kalo cuma 1 kan jadinya keteter klo pagi2, ini aja mandi ada yg pagi jam 6 masih ngantri ampe jam 9.
2. Ruangan sempit di isi 18 orang dengan 1 tempat tidur tingkat 3 dempetan. 1 tempat tidur 1 kipas angin siiiiih, tapi kipasnya banyak yg RUSAK!!! kebayang ga lo panasnya kaya apa.
3. LOKER ga ada koncinya *percuma bgt ada loker dan di dalem loker ada KONDOM BEKAS!!!!! loker gw 312 ada kondom bekasnya ~_~
4. Resepsionis yg cowo asik dia kaya mencoba berbaur, yg cewe 1 lagi juga asik, tapi ada cewe 1 lagi klo abis nanya mereka trus tuh cewe kaya ngomongin pake bahasa vietnam sambil ngelirik2 ke kita *gw seuzon mungkin tapi lirikannya ga bisa di bohongin yang menurut gw ga sopan gitu.
Makan Pagi di tangga karena ga ada ruamg makannya
Makan Pagi di tangga karena ga ada ruamg makannya
Kelebihannya :
1. dapet breakfast Roti, Pisang, Kopi Susu…mayan bgt dapet harga murah dapet breakfast mayan ngirit duit buat makan pagi gan….rotinya gedeee….
2. lokasi yang deket ama Ben Tham market, taman, terminal bus dan the Sin Tourist (bus menuju muine). Strategis laaaah….
CHUCHI TUNEL
Hari pertama kita ke chuchi tunel pake bis karena gampang dan murah dibanding ikut tour atau naik taxi yg katanya banyak scamer. Naik bus dari terminal bus di deket taman BUS NO. 13 ke CHUCHI (paling akhir) bayar 7000 vietnamdong yang kalo dirupiahin sekitar 3,500 rupiah. Murah, nyaman dan AC. Gw ngeliat sekeliling kaga ada turis naik bus kebanyakan pake tour tapi ga papa kok lokasinya mudah di jangkau pake bus. Abis dari terminal Chuchi naik bus lagi menuju TUNEL BUS NO.79 harganya 6000 vietnamdong. Bilang aja ama keneknya mau ke TUNEL, biarpun ga bisa bahasa inggris tar dia nurunin lo di Tunel kok. Perjalan sekitar 45 menitan dr terminal ChuChi. Masuk Chuchi Tunel 90.000 VDN. Jalan kedalem agak mayan dah + panas. Di pintu masuk ada guide yg nganterin kita ampe tengah jalan trus ada pendopo kita nonton film dulu abis itu di anterin deh keliling keliling ampe ngerasain namanya lobang persembunyiannya yang sempit bgt plus muka dilewatin kalelawar hiiiiii. Kalau punya asma atau phobia gelap mending ga usah masuk, yang ga asma aja ngos2annya parah bgt. Secara pribadi gw bilang nih orang yang bikin Tunel kereeeen. Semua perhitungan matang bgt dari ventilasi, tempat air, tempat rapat, dapur dll.
IMG_0017
harga bus no.13 cuma 7000 VDN
kondisi dalem bus
kondisi dalem bus, adem ada AC nya
IMG_0032
Tiket masuk Chuchi Tunel 90.000 VDN
IMG_0042
Temple
IMG_0047
IMG_0059
IMG_0087
lubang yang harus kita lalui *keliatannya aja gede pas masuk ngapngapan
IMG_0092
meeting room waktu jaman itu
IMG_0096
beginilah rupanya
IMG_0102
selesai masuk lorong dikasih makan singkong ama bumbu kacang bubuk, gula dan garam. Rasanya enak…
IMG_0079
Chuchi Tunel
DISTRIK 1
Dari Hotel kita Cuma jalan kaki ngiterin nih sambil lihat lihat kota, dibawa enjoy aja jalannya. Tar kalau sudah mau sampe ada tukang kelapa sok asik, spik baik banget nunjukin jalan tanpa di minta, sok sok nyapa asik abis itu klo lo cowo tau tau dia ngasih dagangannya ke pundak lo dan dia melenggang pergi hahahaha, pasti kita ga enak trus mau beli kelapanya eeeh harganya mahaaaal 50.000 VDN (padahal temen gw beli 15.000VDN di taman), yaudaa, mah ga jadi beli deh ditawar ga dapet trus dia ngambek ga nganterin kita dan ga sok asik lagi hahaha. Hochiminh City War Remants Museum, Reunification Place, Notredame Catherdal, Central Post Office,City Town hall, Opera house, Fire art Museum deketan, semua ada di distrik 1. Entah kenapa setelah Central Post office kita malah lebih pw nongkrong ditaman setelah itu jalan kaki ke The Sinh Tourish depan taman deket penginapan kita dan nongkrong disana wifian. Samping The Sinh Tourist ada toko jualan Burger didalemnya ada warung jualan makanan, chiki, minuman gitu, nah lo klo mau beli kopi sepaket ama tempat saringan kopinya ala Vietnam itu (kan unik tuh) mending beli disini harganya Cuma 48.000 VDN, gw nanya dipasar Bentham harganya malah 2 x lipatnya, sebal.
IMG_0193
IMG_0217
IMG_0218
IMG_0221
IMG_0224
IMG_0226
IMG_0282
Suasana dalem sleeper bus The Sinh Tourist
IMG_0283
Suasana dalem bus menuju Muine
MUINE
Kita naik The Sinh Tourish harga Rp. 132.886 (udah gw rupiahin). Berangkat dengan sleeper bus jam 8 malem, sampe Muine jam 2.00 am dini hari. Karena kita ga nyewa hostel karena sayang juga waktunya nanggung jadinya kita bobo di depan kantor Sinh Tourish di Muine (di sana ga ada terminal, termpat pemberhentian terakhir di hotelnya masing2/di depan kantor agen bus tersebut). Kalo lo pergi Cuma dikitan orang selow aja banyak tukang ojek nawarin jasanya buat tar pagi nganterin keliling atau kalo mau sewa jeep juga pas kita turun jam 2.00 pagi itu juga tuh tukang ojek bisa nyariin jeep/hotel/sewa motor apa aja. Jam 4.30 Jeep kita jemput buat liat sunrise di White Sand Dunes. Tapi ternyata telat bo’, kita liat sunrise di jalanan tapi keren juga sih. Kita ber 5 sewa jeep $40 dolar rutenya White sand dunes, Red sand Dunes, Fishing Village and Fairy Stream. Selesai jam 11 siangan. Salahnya kita karena ga tau keadaan di Muine sebelumnya jadinya kita sewa Taxi buat balik ke Saigon, harganya $110 dibagi 5 orang jam 16.00. Muine boring banget kaya kota mati selain tempat wisata yang dikunjungi itu, kita mati bosen disana nungguin taxi dari jam 11.00 -16.00 (taxinya ga bisa di reschedule). Padahal kalo naik bus The Sinh Tourish itu ada jam 14.00 dari Muine ke Saigon. Karena kita ga tau, kita pikir di Muine masih bisa jalan jalan kemanaaaa gitu….ternyata kotanya bener bener ga ada apa-apanya selain tuh tempat wisata. Akhirnya kita jalan ke laut deket tempat makan ngeliatin bule bule berenang aja sambil minum jus nungguin taxi jemput. Pantainya juga biasa bgt karena pasir putihnya dikit.
 #kesalahan kita nyewa taxi yang costnya lebih mahal ketimbang naik bus yang 2x lipat harga bus.
????????
White Sand Dunes
????????
White Sand Dunes *berasa di Mesir (kaya dah pernah kemesir aje #jitak)
????????
Fishing Village
????????
Fairy Stream
????????
Fairy Stream
????????
Laut di Muine
redsand
Red Sand Dunes
Kesan-Kesan :
1. White Sand Dunes itu bagus bgt…sukaaaaa bgt gw di sini, Lengkungan lengkungannya kece bgt berasa di Mesir *alaaaah . Ampe tempat ini kalian pasti disuruh nyewa motorjeep gitu (apasih namanya lupa) mending ga usah soalnya ngeliat orang pada banyak yg mogok ditengah jalan (sayang sayangin duit aje), Jalan kaki sambil poto poto asik deh, dingggin banget pasirnya (karena masih pagi, kalo siang melepuh ente :p). Oiya disini di suruh bayar masuk, kalian ga usah bayar biar si abang jeep aje yang bayar.
2. Red Sand Dunes, Menurut gw ga sebagus yang white tapi enaknya ada tukang jualan banyak, eike beli kaya semacam dimsum harganya cuma 20.000VDN enak deh, ama kaya kembang tahu 10.000VDN (kalo di bentham 5000VDN)
IMG_0390
IMG_0387
gw ga tau namanya tapi kaya semacam dimsum isinya udang ama telor
IMG_0386
Kembang tahu kalo di Indonesia di sebutnya haha
3. Fishing Village tempat nelayan pada ngumpul disini, ada yang jualan ikan ikan seger (kalo deket rumah gw beli tuh kepitingnya seger2 banget), kebanyakan yang gw liat itu cewe cewe Vietnam bekerja giat, laki lakinya pada nunggu diatas sambil ngobrol ngobrol. Disini gw cuma duduk duduk diatas nikmatin suasananya aja (males kebawah)
4. Fairy Stream, banyak sebenernya di Indonesia haha kaya semacam kobakan (apalagi kalo lagi banjir *just kid),  kita nyusurin pasir/tanah liat, entah kenapa gw terbawa suasana ternyata enak juga maen belok belokan alias becek becekan. Biasanya disana ada anak anak yang spik mau bawain sendal (kaga usah bawa sendiri aje, dari pada tar pas dah kelar disuruh bayar mahal). Masuk Fairy Stream disuruh bayar 5.000VDN
BANDARA/ AIRPORT
 Mau ke Bandara atau dari Bandara ke Distrik 1 mending naek nih bus dari pada naek taxi. Harga bus Cuma 5000 VDN klo dirupiahin Cuma kisaran Rp.2500 perak, siapin uang pas biar ga rebet. Kalo mau ke Bandara naik nih bus dari terminal depan Bentham market cari platform 152. Nah kalo dari bandara mau ke Distrik 1 langsung naik pas keluar bandara posisi deket Burger king bus 152.
Kesan di Vietnam :
  1. Kadang harga dibedain karena bukan orang local, naik 2 kali lipat. Misal beli semacam kembang tahu harga asli 5000VDN kadang klo kita nanya jadi 10.000VDN. Beter lo ngamatin yg beli orang lokal aja doi kasih duit berapa trus lo kasih kepedagang  ikutin orang local bayarnya, jangan lupa siapin uang pas lebih baik klo ga ada yaudah ga papa (ikhlasin aja klo ga dibalikin haha). Banyak penjual yang kaya gini, tapi ada juga yang baik yang jual dengan harga sama kaya penduduk local (bisa keitung jari)
  2. Di Taman…. Banyak aktifitas  luar biasa yang gw temuin haha. Mulai dari tempat olah raga (ada fasilitasnya), tempat main foot shuttlecook, tempat nawar “cewe” (klo gw perhatiin pertama pelanggannya kayanya janjian ama muchikari trus si muchikari bawa “cewe”, banyak cewe2nya disuruh dateng trus kayanya nego ditempat klo ga deal pada bubar, klo deal langsung pergi naek taxi. Trus paling gila yang gw liat yaitu CEWE GANTI PEMBALUT DITAMAN!!!! (bener bener ga ngumpet, bener bener ditempat terbuka dan anunya ngablak kmana2 ~_~, dan doi santai bgt ga keburu buru gitu, seloooow). Abis itu cowo banyak yang pipis ga pake ngumpet disemak atau pojokan, maen pipis aja gitu dengan santainya sambil liatin orang pada jalan. Seriuuus gw.
  3. Mayoritas ga bisa bahasa inggris jadi seru pake bahasa tarzan kalo mau belanja siapin calculator biar jelas. Kadang mereka bisanya cuma angka tapi itu pun ngaco, misal lo Tanya “howmuch?” doi bilang “thirty (30), lo make sure nih “thirty?” sambil nunjukin tangan lo, abis itu pas kita bayar 30.000 doi minta 50.000 ~_~. Kejadian ini ga sekali dua kali gan….seriiiiing. Kalo gw berani nolak trus balikin barangnya, bodo amet doi mau marah atau jutek (bawa duit pas pasan gw soalnya kalo gw rasa ga masuk akal gw gak mau).
  4. Salut ama orang berketerbatasan tetep jualan meskipun jualan kaya lotre lotre atau togel gitu. Ampe ga tega bgt liat orang merayap rayap dijalanan beneran merayaaap gaaan T_T karena kondisinya saat itu gw didalem bus (tangannya megangin semacam lotre gitu ) mau beli juga ga ngerti itu gunanya apa dan harganya berapa.
Pengalaman dari Cambodia ke Vietnamnya baca di Sini
Foto kegiatan lainnya bisa liat di Instagram.com/ikaalamanda
Butuh Info lebih jelas atau nanya nanya boleh pm gw  ke ikaandriani221285@gmail.com

ini copyan blog gw juga di sini